Beberapa waktu yang lalu artikel saya di “copas” blogger lain, kemungkinan hal yang sama juga pernah dialami oleh rekan. Copas atau copy paste adalah tindakan mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan (copy) di suatu blog kemudian mempublikasi di blog mereka (paste) tanpa memberi tahu / mendapat izin atau apresiasi pada pemilik  blog. Kesal juga rasanya, artikel yang kita tulis dengan  keseriusan dan kadang sedikit riset malah  di bajak / copas blogger lain. Budaya copas atau pembajakan sepertinya lumrah atau banyak terjadi di dunia Teknologi Komputer dan Informasi.

Aplikasi / software ataupun sistem operasi komputer ( operating system ) juga banyak mengalami pembajakan, entah karena ketidak tahuan sang pengguna atau ketidakmampuan membeli lisensi dari aplikasi / sistem operasi tersebut. Nah, semenjak hadir sistem operasi yang bersifat open source, ada alternatif yang bisa mengatasi hal itu.

Apa itu open source

Open source menurut pengetahuan saya adalah aplikasi / software  dan sistem operasi / operating sistem yang memberikan kebebasan untuk memodifikasi code script pembuatannya dan pihak lain dapat memanfaatkannya secara terbuka atau gratis. Salah satu sistem operasi Open source yang cukup dikenal adalah Linux dan turunannya (distro). Linux telah digunakan dan dikembangkan oleh perorangan / kelompok / lembaga menjadi beberapa distro, seperti Ubuntu, Mandriva, Open Suse, Red Hat dan banyak lagi lainnya, mau mengikuti perkembangan distro linux coba lihat di distrowatch.com . Beberapa distro yang dikembangkan oleh anak negeri sebut saja Blank On dan IGOS Nusantara. Yang terakhir adalah distro yang dikembangkan oleh pemerintah.
Open source bisa juga diasumsikan sebagai aplikasi  / sofware yang bersifat gratis untuk dipakai, walaupun terkadang code script penyusunannya tidak terbuka untuk dimodifikasi.

Pengalaman menggunakan Open Source Linux
Ketika pertama kali mencoba menggunakan linux di awal tahun 2005, atas rekomendasi teman waktu itu,  saya menemukan kendala saat instalasi ke komputer, beberapa driver perangkat keras / hardware tidak atau belum ada driver nya, sehingga tidak bisa berfungsi, sudah mencari informasi ke internet, namun hasilnya nihil. Saat itu saya beranggapan, linux khusus untuk mereka yang mengerti pemrograman komputer, bukan user biasa seperti saya. Akhirnya saya berkata Good bye Linux.

Namun di akhir tahun 2008, di perusahaan tempat saya bekerja melakukan migrasi total ke Ubuntu. Wah, ini bakal jadi masalah. Namun setelah mempelajari bagaimana cara instalasi dan mencoba penggunaannya  ternyata asumsi saya berubah 180 derajat, Linux juga bisa user-friedly dan semua perangkat keras bisa berfungsi ditambah lagi tampilan desktop nya yang menawan. Beberapa kelebihan lain yang saya rasakan setelah menggunakan Linux, lebih aman dari serangan virus, lebih cepat dan stabil (jarang hang). Juga dukungan komunitas pengguna yang ada di Internet, jika ada kesulitan bisa bertanya dengan yang lebih ahli dan mengerti. Beberapa forum pengguna linux di Indonesia seperti www.forum.linux.or.id  bahkan ada juga situs sharing free software dan open source yang dikembangkan oleh anak negeri di  www.opensource-indonesia.com.
Pengalaman menggunakan linux di kantor akhirnya saya memutuskan untuk menginstall Mandriva di komputer di rumah, dan ternyata aktifitas ngenet lebih aman dan nyaman mengunakan Mandriva , yang nota bene adalah distro linux yang bersifat open source. Dan saya pun mencoba beberapa distro linux termasuk Blank On 5.0 dan juga Sabily 9.40.

“Kenapa pakai Open source” begitu pertanyaan salah satu rekan blogger, bukannya sistem operasi yang selama ini kita gunakan lebih mudah. Kemudian saya bertanya kembali, tahukah kamu bahwa sistem operasi yang selama ini banyak digunakan adalah sistem operasi yang berbayar, jika kita install dari CD yang kita beli di pasaran, itu berarti versi bajakannya. Ngak enak kan rasanya dibajak. “O,begitu ya “ rekan saya tersebut baru tahu. Terus untuk software yang lainnya bagaimana, tetap harus beli kan ? Tentu saja tidak, banyak pengembang yang telah membuat software untuk kepentingan lain, ada open office untuk mendukung kinerja penulisan (word prosssor), spreed sheet, presentasi dan lainnya.
Beberapa aplikasi berbasis Linux sesuai penggunaanya bisa dilihat di tabel dibawah ini.

Aplikasi berbasis Linux Kegunaan dan Fungsi
Open Office Word prosesor, speed sheet, presentasi
GIMP Image Editor
Brasero Disc burning
Totem Movie player
Rhythmbox Music player

Penggunaan open source semakin meluas di masyarakat, walaupun masih ada kendala masih enggannya masyarakat menggunkan aplikasi yang berlisensi (membayar) atau migrasi ke aplikasi yang open source atau gratis. Masih diperlukan sosialisasi agar masyarakat lebih mengenal apa itu open source dan apa kelebihannya.

IGOSPemerintah Indonesia mendukung penuh pengembangan open source di Indonesia, ini bisa dilihat dengan dikembangkannya distro linux IGOS atau Indonesia Go Open Source.


LIPI sebagai lembaga milik pemerintah berencana akan mengadakan sosialisi mengenai open source dengan mengadakan seminar “Open Source Untuk Semua” Seminar akan diadakan di Bandung tanggal 7 November mendatang.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
Open Our mind to use open source it’s legally and free