Harapan diatas kerja keras Pertamina
Dengan mengambil tema “Kerja keras adalah energi kita” Pertamina mengadakan blog contest buat para blogger Indonesia. Penyelengaraan blog contest ini dalam rangka menyukseskan Program Transformasi PT.Pertamina. Internet dan komunitas blogger menjadi pilihan Pertamina untuk mengoptimalkan penyampaian informasi dan komunikasi dua arah dengan masyarakat untuk mendapatkan feedback dan masukan dari masyarakat. Mengapa Pertamina mengambil tema Kerja Keras adalah Energi Kita ?
Ada dua kata kunci yang ada pada tema kerja keras adalah energi kita, yang pertama “Kerja Keras” yang kedua adalah “Energi”. Seperti diketahui, kerja keras Pertamina sebagai perusahaan milik negara dalam menyediakan kebutuhan energi masyarakat sudah tidak disangsikan lagi, terlebih menjelang umurnya yang akan memasuki 52 tahun pada Desember 2009. Sejak Pertamina dinyatakan sebagai the first national oil company, pada tanggal 10 Desember 1957 yang ketika itu masih bernama PT.Permina. Untuk lebih jelas tentang sejarah Pertamina dapat diketahui di situs Pertamina.
Siapa yang tak mengenal Pertamina, atau belum pernah menggunakan salah satu produk Pertamina. Pertamina adalah BUMN yang tidak saja mengolah sumberdaya energi di sektor hulu seperti eksplorasi, produksi, transportasi, pengolahan energi dari berbagai sumberdaya : minyak, gas, panas bumi dan sumber energi lainnya, namun juga menyediakan produk siap pakai di sektor hilir. Produk Pertamina sendiri tidak terbatas berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Bahan Bakar Gas (BBG) tetapi ada juga Bahan Bakar Khusus seperti aviation, pertamax, bio solar, bio pertamax dan lainnya. Produk turunan dari pengolahan minyak juga diproduksi oleh Pertamina, seperti aspal, pelumas, pelarut, petrokimia (pupuk). Kerja keras Pertamina dalam menyediakan energi buat kebutuhan kita adalah bentuk pengabdian pada bangsa yang perlu kita apresiasi, walaupun masih perlu peningkatan baik pelayanan dan kinerjanya.
Kinerja Pertamina semakin pesat sejak dilakukan Program Transformasi, sesuai informasi yang dapat kita ketahui dari website Pertamina. Program Transformasi ini telah dimulai pada tahun 2006, yaitu suatu program dalam upaya melakukan perubahan untuk memposisikan diri menjadi lebih baik dalam menyikapi tantangan bisnis dan lingkungan usaha yang terus berkembang. Program Transformasi Pertamina dilakukan secara terencana dan bertahap dalam kurun waktu per tiga tahun yang disebut sebagai Repetita (Rencana Pembangunan Tiga Tahun). Sesuai visi perusahaan maka target Program Transformasi Pertamina pada tahun 2014 yaitu menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia, dengan konsep Tata Nilai 6C yaitu Clean, Competitive, Confident, Costumer Focused, Commercial dan Capable. Salah satu bentuk dari Program Transformasi di bidang Costumer focused adalah berorientasi pada kepentingan pelanggan, komitmen untuk pelayanan yang terbaik dan meningkatkan citra perusahaan di masyarakat. Upaya ini bukanlah kerja yang ringan, namun membutuhkan kerja keras dari internal Pertamina sebagai perusahaan penyedia energi dan memerlukan dukungan masyarakat tentunya.
Langkah lain yang telah ditempuh oleh Pertamina untuk meningkatkan kinerja dan citra di masyarakat diantarnya perubahan logo Pertamina, yang semula bergambar kuda laut menjadi huruf P dengan kombinasi tiga warna; biru, hijau dan merah dengan bentuk seperti anak panah yang melesat.
Warna biru melambangkan andal dan dapat dipercaya, hijau melambangkan sumber daya energi yang berwawasan lingkungan dan merah mencerminkan keuletan, ketegasan dan keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dan slogan Pertamina “selalu hadir melayani”. Dengan perubahan logo ini, diharapkan dapat memberi semangat baru baik di internal perusahaan maupun citra Pertamina di masyarakat.
Untuk menjawab tantangan persaingan bisnis, Pertamina dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan, salah satu upaya yang telah dan sedang dilakukan yaitu pada SPBU Pertamina melalui program Pertamina Pasti Pas.
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat tentunya akan berbanding lurus dengan konsumsi energi baik oleh masyarakat maupun sektor industri. Tantangan Pertamina dan harapan masyarakat adalah bagaimana Pertamina dapat menyediakan kebutuhan energi dengan pemanfaatan sumberdaya energi dalam negeri. Mungkin pernah terdengar informasi bahwa status Indonesia yang semula sebagai negara pengekspor minyak (tergabung dalam OPEC) telah berubah menjadi negara pengimpor minyak. Tugas siapakah untuk mencari sumber energi baru (baik yang terbaharukan atau tidak) guna memenuhi kebutuhan energi. Pertamina sebagai perusahaan milik negera selayaknya yang menjadi motor penggerak untuk mencari sumber daya energi yang baru kemudian mengolahnya secara mandiri untuk konsumsi bangsa dan jika berlebih baru diekspor.
Ditengah semakin berkurangnya sumber daya tak terbaharukan, semoga Pertamina bisa mengembangkan sumberdaya energi alternatif yang bisa menjawab tantangan kebutuhan energi dimasa mendatang. Jika Pertamina telah memulai dengan produksi bio solar dan bio pertamax, dimasa mendatang dapat ditingkatkan kapasitas produksi dan distribusinya. Menurut pengamatan saya (seorang blogger biasa), negeri Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang cukup untuk dikembangkan sebagai sumberdaya alternatif buat energi.
Program hemat energi yang telah dicanangkan oleh pemerintah, dapat diselaraskan dengan program Pertamina yang lain, contohnya adalah mengadakan riset atau membuat program semacam lomba menciptakan alat yang hemat energi. Kemudian pemenang lomba atau hasil temuan dikembangkan oleh Pertamina dan bisa digunakan oleh masyarakat. Mengalakkan kampanye hemat energi dapat berupa pembagian striker gratis di SPBU atau memberi pesan berupa tips menghemat energi pada produk jadi pertamina, seperti pelumas dan produk lainnya
Pola distribusi bahan bakar minyak bersubsidi untuk masyarakat masih menjadi kendala karena sering disalahgunakan untuk konsumsi industri. Mencari pola distribusi yang tepat adalah menjadi tantangan Pertamina, walaupun perlahan pemerintah telah mengurangi ketergantungan pemakaian minyak yang bersubsidi dengan melakukan program konversi minyak tanah ke gas untuk konsumsi rumah tangga.
Harga minyak sangat berpengaruh dengan pola ekonomi masyarakat. Menurunnya konsumsi minyak mentah dunia, disusul dengan menurunnya harga minyak di Indonesia, setidaknya cukup membuat nyaman laju perekonomian di masyarakat. Masyarakat selalu gelisah ketika mendengar akan adanya kenaikan harga minyak, karena selalu disusul dengan naiknya harga bahan-bahan pokok dan pada akhirnya akan mengakibatkan inflasi. Efisiensi pada tahap produksi dan distribusi dapat ditingkatkan (jika memungkinkan) oleh Pertamina untuk menekan harga jual BBM ataupun produk lainnya pada masyarakat.
Membaca sinopsis buku yang berjudul “Transformasi Pertamina – Dilema Antara Orientasi Bisnis dan Pelayanan Publik” karangan Prof.Mudrajad Kuncoro dkk, yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi Pertamina baik internel maupun eksternal juga tentang lima permasalahan yang mendasar yang dihadapi oleh Pertamina, sepertinya kerja keras Pertamina dalam menghadapi tantangan ini cukup berat. Komitmen dan kerjasama antar sektor yang ada sangat dibutuhkan.
Kerja keras adalah energi kita bersama Pertamina untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berswasembada energi. Pendekatan yang bisa ditempuh adalah hemat energi, eksplorasi sumberdaya minyak yang baru, menciptakan sumber energi alternatif yang terbaharukan, mengolah industri hulu dan hilir secara mandiri, dan program lainnya. Kerja keras ini bukan saja tugas Pertamina, namun memerlukan dukungan dari kita sebagai bangsa. Semoga Pertamina not only the first national oil company but a world class national oil company yang akan terus maju, karena Pertamina adalah asset dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Buat rekan yang berkenan bisa memberi dukungan dengan memberi Vote ke artikel saya di Pertamina Blog Contest











15/10/2009 - 3:05 am
Wah selamat berusaha ya… smoga menang
16/10/2009 - 7:46 am
harapan selalu ada
20/10/2009 - 8:53 am
sukses bro!!!!!!
25/10/2009 - 4:33 pm
ikutan kontesnya dah